Hari Kedua Sosialisasi BOS dan ARKAS 2026 Digelar di SD Negeri 13 Kabiraan, Ulumanda

Majene,terassulbar.id — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene melanjutkan kegiatan sosialisasi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan penginputan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) tahun 2026. Kegiatan hari kedua ini berlangsung di SD Negeri 13 Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, pada Rabu (12/11/2025).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepala sekolah dan guru mengenai tata kelola dana BOS yang efektif, efisien, serta akuntabel. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan dalam penginputan RKAS melalui Aplikasi ARKAS sebagai upaya memperkuat sistem perencanaan dan pelaporan keuangan sekolah.

Kepala Disdikpora Majene, A. Asraf, S.Sos., membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Majene.

“Dana BOS harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, karena menyangkut kepercayaan publik dan masa depan pendidikan kita,” tegasnya.

Sebagai narasumber utama, Muhlis, S.Pd. dari Tim BOS Disdikpora memberikan pemaparan mendalam terkait regulasi terbaru pengelolaan dana BOS. Sementara itu, Muhammad Alim, S.Pd., M.Si., selaku Kasubag Perencanaan, menjelaskan secara teknis proses penginputan RKAS dalam Aplikasi ARKAS.

Menambah nilai kegiatan, perwakilan Bank Sulselbar, yakni Alif Hardiansal Putra dan Mutiara (Tiara), turut memberikan sosialisasi tentang penggunaan aplikasi mobile banking untuk mendukung kemudahan transaksi keuangan sekolah, termasuk pengelolaan rekening BOS.

Kegiatan dipandu oleh Rahmani, S.Pd., M.Pd., Kepala SD Negeri 13 Kabiraan, yang bertindak sebagai moderator. Hadir pula Saeri Daeng Padjama, S.Pd., pengawas sekolah, yang memberikan masukan dan arahan kepada para peserta.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala sekolah dan guru di Kecamatan Ulumanda semakin memahami tata kelola keuangan sekolah berbasis digital, sehingga pengelolaan dana BOS dapat berjalan lebih transparan, efisien, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Majene.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *