MALUNDA, TERASSULBAR.ID–Masyarakat pesisir Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali mengadakan tradisi tahunan mereka. Perayaan Pesta Nelayan kali ini, dipusatkan di Dusun Parabaya, Desa Lombong, tepatnya di tepi muara Sungai Deking pada hari Rabu, 12 November 2025.”
Acara Pesta Nelayan merupakan ritual syukuran tahunan para nelayan untuk berterima kasih kepada Tuhan atas hasil tangkapan yang baik dan perlindungan selama mereka bekerja di laut.
Ketua Panitia Pelaksana Basaruddin menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan pesta nelayan tersebut tak lain sebagai bentuk untuk mencari keridhoan Allah Subhana Wata’ala. Dan membuktikan bahwa apapun nikmat yang diberikan, baik dari laut, darat dan semua arah harus disyukuri.
“Dan hari ini kami membuktikan kesyukuran itu, mudah-mudahan diluruskan niat karena Lillahi Ta’ala,” kata Basaruddin, saat menyampaikan sambutannya di hadapan para undangan yang hadir.
Kemudian dari kegiatan itu, lanjut Basaruddin, untuk mempererat tali silaturahmi di antara keluarga dan kerabat. “Ada tokoh pemerintah kita, ada pak camat. Semuanya tokoh-tokoh masyarakat kita hadir pada kali ini. Satu pertanda bahwa ketika kita bersatu membangun kampung kita, maka Insya Allah kita akan diberikan rahmatnya,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh para undangan yang hadir, dan terkhusus kepada pemerintah kecamatan maupun dari pemerintah desa yang telah mensupport kegiatan pesta nelayan tersebut.
Dalam hikmah acara syukuran yang disampaikan Ust. Munu Kamaluddin, bahwa salah satu karakter orang Mandar adalah nelayan.
“Orang Mandar, jangan sekali-sekali terbesit dalam hati kita merasa kecil karena berprofesi sebagai nelayan. Atau merasa kecil karena petani. Salah satu pekerjaan yang memuat nilai-nilai agama adalah profesi nelayan. Makanya itu sandeqnya orang Mandar berbentuk Allahu. Jadi sandeq aslinya itu orang Mandar Allahu itu,” ungkap Ust. Munu Kamaluddin, salah satu pengurus MUI Polewali Mandar.
Hadir pada acara pesta syukuran itu, diantaranya Camat Malunda, KUA Malunda, para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidik, dan tokoh perempuan. Serta para nelayan dari Dusun Parabaya-Deking.(*)






