*Sorotan Peneliti: PT. Ujungpandang Research Center Nilai Penghargaan Creative Financing Buktikan Pemkab Mamasa di Jalur Pemulihan yang Tepat*

MAKASSAR — Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa meraih penghargaan bergengsi Creative Financing tingkat nasional dari pemerintah pusat terus menuai apresiasi. Kali ini, analisis mendalam dan pandangan positif datang dari lembaga riset kebijakan dan survei opini publik, PT. Ujungpandang Research Center.

Direktur PT. Ujungpandang Research Center yakni Al Gazali, menilai capaian tersebut bukanlah sekadar piala seremonial, melainkan indikator valid bahwa roda pemulihan ekonomi dan tata kelola Kabupaten Mamasa sedang melaju progresif. Menurutnya, penghargaan ini menepis keraguan sekaligus menjadi bukti tak terbantahkan atas kerja keras pemerintah daerah.

“Dari kacamata riset dan evaluasi kinerja pemerintahan, penghargaan ini adalah metrik yang sangat valid. Ini membuktikan bahwa ketegasan dan keberanian mengambil keputusan dari pucuk pimpinan di Mamasa berhasil diartikulasikan menjadi inovasi tata kelola yang nyata dan diakui pusat,” ungkap Al Gazali kepada awak media, Minggu (31/5).

*Ketegasan Pemimpin dan Orkestrasi Birokrasi*
Dalam analisisnya, Al Gazali secara khusus menyoroti anatomi kepemimpinan di Kabupaten Mamasa. Ia memandang bahwa keputusan-keputusan taktis seringkali menuntut visi tunggal yang kuat dan ketegasan ekstra dari seorang Bupati—sebuah keberanian untuk menempuh jalan mendobrak kebiasaan lama demi kemajuan daerah.
Karakter kepemimpinan yang berani mengambil risiko ini, ketika dipadukan dengan ritme kerja Wakil Bupati yang harmonis mengawal implementasi birokrasi di lapangan, sukses menciptakan orkestrasi pemerintahan yang solid.

“Pemkab Mamasa kini tidak lagi sekadar pasrah pada keterbatasan APBD konvensional. Mereka mulai piawai merangkul potensi pembiayaan alternatif dan menggerakkan aset daerah. Sinergi kepala daerah dalam mengeksekusi strategi manuver pembiayaan ini patut mendapat apresiasi tinggi,” tambahnya.

*Magnet Investasi dan Konsolidasi Kepercayaan Publik*
Lebih jauh, Direktur PT. Ujungpandang Research Center ini menekankan bahwa esensi dari penghargaan Creative Financing adalah terbitnya ‘seal of approval’ atau stempel kepercayaan tata kelola dari pemerintah pusat.
Al Gazali meyakini status sebagai daerah yang melek inovasi finansial akan menjadi magnet kuat bagi sektor swasta. Skema pembiayaan kolaboratif seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) maupun pemanfaatan dana CSR kini memiliki pondasi kepercayaan yang lebih kokoh untuk ditarik ke Mamasa guna percepatan infrastruktur.

Menurutnya, pencapaian yang tervalidasi secara nasional ini memiliki korelasi langsung terhadap penguatan opini publik. Kinerja yang terukur secara otomatis akan mendongkrak popularitas dan elektabilitas pasangan kepala daerah secara organik, karena masyarakat melihat bukti, bukan sekadar janji.

“Bagi masyarakat, ini adalah sinyal kuat yang menumbuhkan optimisme. Mamasa kini sedang berlari membangun pondasi yang lebih modern. Momentum emas ini meyakinkan kita semua bahwa di bawah komando kepemimpinan saat ini, pemulihan ekonomi dan kemajuan Mamasa adalah sebuah kepastian yang sedang dikerjakan,” tutup Al Gazali.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *