RSUD Majene Akan Resmikan Antrian Online Mandiri, Namun Alat Belum Bisa Difungsikan

Gambar ilustrasi

MAJENE – Rencana peresmian fitur Antrian Online Mandiri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene pagi ini menjadi sorotan tajam. Meski disebut-sebut sebagai langkah modernisasi pelayanan rumah sakit, fakta di balik pengadaan alat ini justru menimbulkan banyak tanda tanya.

Fitur yang diklaim akan memudahkan pasien dalam mencetak Surat Eligibilitas Peserta (SEP) tanpa harus mengantri di loket, ternyata belum dapat difungsikan hingga saat ini. Anehnya, peresmian tetap dijadwalkan dilakukan pagi ini oleh Bupati Majene atas permintaan langsung dari Kabid Perencanaan RSUD.

Tak hanya itu, pengadaan alat ini juga menuai kontroversi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, alat tersebut dibeli dengan dana internal RSUD sebesar Rp46 juta, sementara harga pasaran alat serupa hanya sekitar Rp13 juta. Perbedaan harga yang mencolok ini membuat Plt Direktur RSUD enggan menandatangani pembayaran, karena dianggap tidak rasional.

Diduga, upaya peresmian oleh Bupati ini dilakukan sebagai strategi Kabid Perencanaan untuk mendapatkan legitimasi dan tekanan moral agar pembayaran tetap dilakukan. “Jika sudah diresmikan Bupati, maka mau tidak mau rumah sakit harus membayar,” ungkap sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Publik pun kini menunggu sikap Bupati Majene terhadap persoalan ini, apakah tetap meresmikan alat yang belum siap digunakan, atau menunda sampai semuanya benar-benar berfungsi dan transparan.

(Tim Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *