
MAJENE, TERASSULBAR.ID – Dugaan kasus penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 oleh Pemkab Majene terus menjadi sorotan. Polemik ini dinilai merugikan negara dan berdampak langsung pada kesenjangan sosial serta penderitaan masyarakat.
Koordinator Wilayah Sulawesi Barat HMI MPO BADKO Sulselbar, Ray Akbar Ramadhan, menegaskan bahwa setiap kritik yang muncul menunjukkan komitmen publik dalam melawan praktik korupsi. Ia pun menyayangkan sikap sejumlah pihak yang meremehkan gerakan mahasiswa dalam mengawal kasus ini.
“Saya dengar ada pihak, yang diduga bagian dari tim pemenangan Bupati Majene, menganggap ada ‘permainan’ di balik aksi mahasiswa. Pernyataan seperti ini jelas merendahkan perjuangan kami,” tegas Ray, Jumat (2/5/2025).
Ray menekankan bahwa dugaan penyalahgunaan APBD Pemkab Majene sudah masuk ke ranah Kejaksaan Tinggi Sulbar, dan seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Sulbar untuk mendukung upaya pengungkapan kasus ini, tanpa memandang latar belakang pelaku.
“Pernyataan meremehkan ini adalah tantangan bagi kita semua. Saya mengajak seluruh kader HMI MPO di Sulbar untuk terlibat aktif dalam mengawal proses hukum kasus ini sampai tuntas. Ini bukan sekadar aksi, tapi bentuk nyata perlawanan terhadap kezaliman anggaran yang merugikan rakyat,” tegasnya. (*)





