Teladan dari Majene: Guru SDN 19 Rangas Rutin Patungan Kurban Setiap Iduladha

MAJENE – Dedikasi tenaga pendidik tidak hanya terbatas di dalam ruang kelas. Semangat berbagi dan kepedulian sosial yang nyata terus ditunjukkan oleh keluarga besar Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 19 Rangas, Jalan Tomalakka, Desa Rangas Pa’besoang, Kabupaten Majene.

​Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah, Misbahuddin, M.Pd., seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah ini konsisten merawat tradisi mulia: menyisihkan rezeki demi ibadah kurban di Hari Raya Iduladha.

​Setiap tahunnya, kepala sekolah bersama para guru secara sukarela mengumpulkan dana pribadi. Tabungan bersama tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk hewan kurban. Nantinya, daging kurban didistribusikan langsung kepada warga sekitar sekolah, keluarga siswa, serta masyarakat yang membutuhkan di lingkungan Desa Rangas Pa’besoang.

​Kepala SDN No. 19 Rangas, Misbahuddin, menegaskan bahwa aksi sosial ini telah menjadi bagian dari nilai-nilai kebaikan yang mengakar di lingkungan sekolah.

​”Kami dan rekan-rekan guru dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezeki setiap tahun. Bagi kami, ini bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga bentuk pengabdian untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara sekolah dan masyarakat,” ujar Misbahuddin.

​Selain dimensi spiritual dan sosial, gerakan ini mengemban misi edukasi yang kuat. Para guru ingin memberikan role model atau teladan hidup kepada para murid tentang indahnya berbagi dan bergotong-royong.

​Melalui langkah nyata ini, diharapkan nilai-nilai karakter seperti kepedulian sesama dapat tertanam kuat dalam diri siswa sejak dini. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program ini sebagai wujud tanggung jawab sosial lembaga pendidikan.

​Inisiatif humanis dari para pahlawan tanpa tanda jasa ini mendapat respons hangat dari warga setempat. Masyarakat mengapresiasi SDN No. 19 Rangas yang mampu memosisikan diri tidak hanya sebagai tempat menuntut ilmu (akademis), tetapi juga sebagai pusat penyemaian nilai-nilai kemanusiaan.

​Langkah konkret ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan lingkungan sekitar dapat menciptakan keharmonisan serta kebersamaan yang kokoh di tengah masyarakat.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *