Mamuju — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Kesehatan (Hipermakes) Cabang Mamuju menggelar aksi demonstrasi di depan Polresta Mamuju, Kamis (13/11). Aksi ini menyoroti dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat kesehatan (alkes) antropometri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju.
Ketua Hipermakes, Irwan, dalam orasinya menegaskan bahwa pihaknya mendesak Polresta Mamuju menangani kasus tersebut secara profesional dan transparan.
“Polres harus profesional menangani kasus ini, terbuka dan transparan kepada publik. Jika hasil perhitungan kerugian negara sudah ada, segera tetapkan tersangkanya. Namun jika tidak ditemukan kerugian, sampaikan juga ke publik agar tidak ada kecurigaan adanya kolusi,” ujar Irwan di tengah aksi.
Setelah menyampaikan tuntutan di Polresta Mamuju, massa kemudian melanjutkan aksi ke Kantor Bupati Mamuju. Mereka meminta Bupati Mamuju segera mengevaluasi serta menonjobkan seluruh pihak yang diduga terlibat dalam pengadaan alkes antropometri yang kini tengah disorot tersebut.
Hipermakes juga menyatakan siap melaporkan penyidik Polresta Mamuju ke Propam Polda Sulawesi Barat lantaran menilai proses penanganan perkara tersebut lamban dan tidak menunjukkan perkembangan berarti.
“Kami akan melaporkan penyidik Polres ke Propam Polda Sulbar untuk memeriksa proses penanganan kasus ini. Kami berharap Polda Sulbar bisa mengambil alih karena kami melihat kasus ini mangkrak di tingkat Polres,” tambah Irwan.
Aksi berjalan damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Hipermakes menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga proses hukum dinilai benar-benar tuntas dan transparan di mata publik.(*)






