Hari Kelima Sosialisasi Pengelolaan Dana BOSP 2026 Digelar di SDN 20 Somba Kecamatan Sendana

Majene,terassulbar.id — Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene kembali melanjutkan rangkaian Sosialisasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026 serta pendampingan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) melalui aplikasi ARKAS. Memasuki hari kelima, kegiatan terpusat di SDN 20 Somba, Kecamatan Sendana, dengan dihadiri para kepala sekolah, bendahara, operator ARKAS, dan pengawas sekolah di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Sekolah SDN 20 Somba, Saharuddin Tahir, S.Pd.SD, yang menyampaikan apresiasi atas dipilihnya sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan. Ia menekankan bahwa sosialisasi ini sangat penting agar seluruh sekolah di Kecamatan Sendana memahami teknis penyusunan RKAS dan regulasi BOSP 2026 secara benar.

Turut hadir pula Kepala UPTD Kecamatan Sendana, Andi Arman, SE, yang memberikan penguatan kepada peserta untuk serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia meminta para kepala sekolah untuk memastikan bahwa seluruh perencanaan anggaran benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan sekolah dan mengedepankan asas transparansi.

Seperti pada hari-hari sebelumnya, kegiatan dipandu langsung oleh Tim BOSP Disdikpora Majene, yang memaparkan materi lengkap terkait kebijakan BOSP 2026, komponen pembiayaan, serta praktik penyusunan RKAS yang sesuai juknis. Tim juga memberikan pendampingan teknis penginputan RKAS melalui ARKAS, yang menjadi sistem wajib dalam pengelolaan dana pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Disdikpora Majene, Andi Asraf, kembali menegaskan pentingnya akurasi dalam penyusunan RKAS.

“RKAS bukan sekadar dokumen administratif. Ini adalah peta jalan sekolah untuk satu tahun ke depan. Jika disusun asal-asalan, maka pelayanan pendidikan yang terdampak. ARKAS hadir untuk memastikan akuntabilitas, efisiensi, dan integritas dalam pengelolaan BOSP,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Disdikpora akan terus memantau dan mendampingi seluruh satuan pendidikan, termasuk di daerah terpencil, agar pengelolaan BOSP 2026 berjalan sesuai ketentuan nasional.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, termasuk diskusi teknis yang membahas kesulitan sinkronisasi data dan penentuan prioritas kebutuhan sekolah. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen meningkatkan tata kelola pendidikan di Kecamatan Sendana.

Rangkaian sosialisasi BOSP 2026 akan berlanjut di kecamatan berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Disdikpora Majene.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *