Majene,terassulbar.id – Sorotan tajam kembali mencuat dari masyarakat Desa Bababulo, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, terkait pembangunan lampu jalan yang dinilai penuh kejanggalan.
Warga menilai banyak tiang lampu yang digunakan hanyalah tiang lama yang dipoles kembali. Padahal, anggaran untuk program tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
“Tiang itu kayu ulin, programnya mantan kepala desa dulu. Pas masuk PJ, tiang-tiang itu dicabut lalu dipakai lagi. Jangan sampai dalam RAB tertulis beli kayu ulin baru sekian kubik, padahal yang dipasang hanya tiang bekas dipoles,” ungkap salah seorang warga, Selasa (9/9/2025).
Menurut warga, semestinya pemerintah desa membeli tiang baru dengan anggaran yang tersedia, bukan sekadar memindahkan tiang lama dari wilayah pantai. Apalagi program penerangan jalan diharapkan juga menjangkau daerah pegunungan.
Lebih jauh, warga menduga anggaran desa disalahgunakan. Pasalnya, PJ Desa Bababulo disebut kerap menampilkan kemewahan, mulai dari membeli mobil sedan bekas hingga motor, yang kemudian diperbaiki dengan biaya mencapai puluhan juta rupiah.
“Dulu sebelum jadi PJ, kehidupannya biasa saja. Tapi sejak menjabat, peningkatannya luar biasa tanpa ada bisnis pribadi lain. Kami tidak iri, tapi sebagai pejabat seharusnya memberi contoh, bukan malah menimbulkan kecurigaan,” tegas warga.
Masyarakat juga menyoroti tata kelola dana desa. PJ disebut merangkap peran bendahara, pengawas, hingga teknis lapangan. Hal ini memunculkan dugaan adanya rekayasa dalam setiap proyek pembangunan fisik di Bababulo.
“Pembangunan lampu jalan awalnya untuk nelayan di pantai. Sekarang malah dipindahkan, padahal ada anggaran untuk beli baru,” tambah warga lainnya.
Saat dikonfirmasi wartawan terassulbar.id melalui WhatsApp, Bendahara Desa Bababulo yang berinisial H enggan memberikan jawaban terkait pengelolaan dana desa oleh PJ. Namun, ia membantah adanya penyalahgunaan anggaran.
Menurutnya, penerangan jalan desa sudah sesuai RAB. Tiang bekas tersebut, katanya, memang diperuntukkan bagi wilayah pegunungan yang juga membutuhkan penerangan.
“Total anggaran 2025 sebesar Rp100 juta, tapi baru tahap pertama yang cair. Tiang-tiang sudah berdiri semua. Kayu bekas itu nanti akan dikerjakan setelah dana cair penuh,” ujarnya.
Tim Redaksi







