
MAJENE– Ali Muhtar, seorang sesepuh jurnalis di Majene, angkat bicara menanggapi beredarnya narasi yang menyudutkan “Tim Media Wakil Bupati” terkait sebuah foto yang viral di media sosial. Ia menyatakan kekecewaannya atas tudingan tersebut, yang menurutnya berasal dari pihak-pihak pengecut dan tidak memahami mekanisme pemerintahan.
“Saya secara pribadi maupun atas nama teman-teman menyayangkan adanya narasi yang menyebut ‘Tim Media Wakil Bupati’ terkait dengan foto yang beredar. Narasi itu muncul dari orang yang pengecut dan tidak paham soal pemerintahan,” ujar Ali Muhtar.
Ali menegaskan bahwa kehadiran dirinya dan rekan-rekannya di rumah jabatan (rujab) Wakil Bupati Majene bukanlah dalam rangka aktivitas politik, melainkan untuk membahas program 100 hari Pemkab Majene.
“Kehadiran kami di rujab Wakil Bupati terkait program 100 hari. Tidak ada maksud lain. Terlalu licik jika ada yang berprasangka negatif,” tambahnya.Kamis 24/4.
Dalam pertemuan tersebut, Ali menjelaskan bahwa mereka membicarakan berbagai persoalan teknis seperti penataan kota, jalan rusak menuju kampus Unsulbar, hingga perbaikan drainase di depan Pertamina.
Ia pun menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan dukungan politik dan tetap konsisten sebagai pihak independen yang akan terus menyampaikan kritik kepada pemerintah.
“Kami tidak ada hubungannya dengan soal dukungan, dan kami tetap akan konsisten melakukan kritikan terhadap pemerintah karena kami bukan bagian dari pemerintah,” pungkas Ali Muhtar.(Ad)





