MAJENE – Langkah progresif diambil oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) tingkat SMP Kabupaten Majene dalam menyongsong transformasi pendidikan digital. Pada Rabu (15/04/2026), para guru berkumpul di SMP Negeri 2 Majene untuk mengikuti pelatihan intensif bertajuk “Panduan AI untuk Guru: Optimalkan Pembelajaran dengan Prompt yang Tepat.”
Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengikis jarak antara pendidik dan teknologi mutakhir. Fokus utamanya adalah penguasaan Artificial Intelligence (AI) guna menciptakan atmosfer belajar yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan karakteristik generasi alfa saat ini.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Hj. Wilda Rahim, S.Pd, M.Si, menegaskan bahwa keberadaan AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai “asisten cerdas” yang mampu melipatgandakan produktivitas.
”Di era digital ini, guru dituntut untuk terus beradaptasi. Kunci utama dalam menjinakkan teknologi AI adalah kemampuan menyusun prompt atau instruksi yang presisi,” ujar Hj. Wilda dalam sambutannya.
Beliau menambahkan bahwa dengan rumusan perintah yang tajam, guru dapat dengan cepat menyusun:
• Materi ajar yang dipersonalisasi.
• Bank soal evaluasi yang variatif.
• Skenario pembelajaran kreatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa di kelas.
Sepanjang sesi, para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik langsung dalam merumuskan perintah efektif agar output AI selaras dengan kurikulum nasional. Diskusi interaktif mewarnai jalannya pelatihan, menunjukkan antusiasme tinggi dari para guru MGMP PPKn se-Kabupaten Majene.
Melalui integrasi teknologi ini, diharapkan kualitas pengajaran PPKn di Majene semakin meningkat, mampu menyajikan materi kebangsaan dengan cara yang lebih segar, dan pada akhirnya berdampak langsung pada prestasi siswa di daerah.
Pelatihan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk segera mengimplementasikan teknik prompting tersebut dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah masing-masing.








