
Pantauan wartawan Teras Sulbar pada Kamis (17/7/2025) pagi, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Majene, M. Djazuli Muchtar Mahmud, memimpin rapat perdana bersama jajaran di kantor Dishub Majene.
Seorang warga bernama Ira mengungkapkan kekecewaannya.
“Hampir setiap hari saya ke Pasar Sentral, bahkan bisa dua sampai tiga kali. Tapi setiap kali masuk, selalu dimintai bayar karcis. Padahal masih di area pasar juga. Capek rasanya bayar mahal terus, tapi kami tidak tahu ke mana uangnya. Pemerintah juga tidak pernah menjelaskan secara jelas soal ini,” ujarnya dengan nada kesal.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan M. Djazuli mengatakan bahwa dirinya baru saja dilantik tiga hari lalu dan sempat dalam kondisi sakit.
“Ini adalah rapat pertama saya sejak dilantik. Kami akan membenahi sistem secara bertahap, mulai dari evaluasi hingga pembinaan terhadap seluruh anggota agar ke depannya bisa lebih baik,” jelasnya.
Djazuli menyebutkan pihaknya juga akan mulai menggelar apel pagi secara bergiliran di beberapa lokasi strategis seperti halaman Alfamidi pukul 07.30 WITA, serta di titik-titik lain seperti Indomaret, Pasar Sentral Majene, kawasan pertokoan, dan Taman Kota.
Langkah ini diambil agar keberadaan Dishub lebih dikenal dan keberadaan petugas di lapangan bisa dipantau langsung.
Selain itu, patroli akan dilakukan secara rutin untuk memantau kinerja petugas parkir di lapangan.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam rapat bersama DPRD pada 2025, Dinas Perhubungan ditargetkan menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir sebesar Rp1,2 miliar per tahun.
“Saya tidak minta penurunan target, meskipun OPD lain menurunkan. Walaupun saat ini capaian semester pertama baru mencapai 36,7%, saya tetap optimis. Idealnya pada bulan Juli, capaian semester kedua sudah berada di kisaran 47-48%. Oleh karena itu, kami sedang membedah persoalan untuk mengetahui titik-titik penyebab kebocoran,” tambahnya.
Terkait retribusi parkir, Djazuli menegaskan bahwa seluruh hasil setoran akan masuk ke Kas Daerah (Kasda) Majene.
Dishub Majene juga berencana membuat sistem karcis parkir yang mencantumkan durasi waktu, agar ada kejelasan tarif dalam satu wilayah.
Terakhir, Djazuli mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Majene untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan tidak memberikan uang parkir apabila petugas tidak menyerahkan karcis resmi.
“Kalau tidak ada karcis, jangan dibayar. Itu salah satu cara agar sistem kita lebih tertib dan transparan,” tegasnya.
Penulis:Juita
Editor:Redaksi





