Kehadiran Ketua Komisi III DPRD, Jasman, di Upacara Hari Guru Dinilai Sinyal Politik Penguatan Arah Pendidikan Majene

Majene, terassulbar.id – Upacara peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-80 yang dirangkaikan dengan HUT KORPRI ke-54 di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Selasa (25/11/2025), berlangsung khidmat. Namun sorotan publik justru tertuju pada kehadiran Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majene, Jasman, yang dinilai membawa pesan politik tersendiri di sektor pendidikan Majene.

Di tengah agenda pemerintahan yang semakin menuntut sinergi antara eksekutif dan legislatif, kehadiran Jasman pada momentum Hari Guru dianggap sebagai sinyal bahwa Komisi III DPRD mulai mengambil posisi lebih strategis dalam mengawal kebijakan pendidikan.

Jasman Ditafsirkan Perkuat Pengaruh di Sektor Pendidikan

Sebagai pimpinan komisi yang membidangi infrastruktur dan pembangunan, pergerakan politik Jasman kerap dikaitkan dengan upaya memperluas basis dukungan, termasuk dari kalangan pendidik. Hari Guru disebut menjadi panggung yang tepat untuk menunjukkan keberpihakan.

“Guru adalah pilar. Jika sektor pendidikan kuat, maka Majene kuat. Kami di DPRD akan terus mengawal kebijakan yang berdampak langsung pada kemajuan sekolah dan kesejahteraan tenaga pendidik,” ujar Jasman usai upacara.

Pernyataan itu dibaca sebagai langkah membuka ruang komunikasi politik yang lebih luas dengan para pelaku pendidikan, terutama dalam pembahasan anggaran 2026 yang kini sedang digodok di DPRD.

Momentum Strategis Jelang Pembahasan Anggaran

Tak sedikit pengamat lokal menilai, langkah Jasman hadir langsung pada upacara formal pemerintah bukan sekadar seremoni. Komisi III diketahui tengah mendorong penguatan proyek infrastruktur sekolah di sejumlah wilayah, serta mengawal alokasi belanja pendidikan agar selaras dengan kebutuhan riil sekolah.

Hadirnya Jasman di barisan undangan pejabat tinggi mempertegas posisi Komisi III dalam peta kekuasaan Majene—termasuk mempengaruhi dinamika hubungan legislatif–eksekutif dalam sektor pendidikan.

Bupati Sampaikan Pesan untuk Guru, Komisi III Ikut Menyelaraskan Sikap

Dalam amanatnya, Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri, SE., MM, menekankan pentingnya adaptasi digital, profesionalitas guru, dan peran mereka sebagai penjaga peradaban. Kehadiran Jasman pada momentum tersebut dianggap sebagai bentuk penyelarasan politik dengan agenda pemerintah daerah di sektor pendidikan.

DPRD Beri Atensi pada Kerja Sama Strategis Pendidikan

Serangkaian penandatanganan MoU antara Pemkab Majene dan sejumlah perguruan tinggi—mulai dari UT Majene hingga berbagai fakultas di Unsulbar—juga mendapat perhatian dari Jasman. Ia menilai kerja sama tersebut penting untuk mencetak SDM berkualitas, sekaligus menjadi fondasi penguatan pembangunan jangka panjang di Majene.

“Investasi terbesar bukan pada bangunan, tetapi pada manusia. Maka setiap kerja sama pendidikan harus betul-betul produktif dan menghasilkan dampak,” katanya.

MoU, Penghargaan Guru, hingga Santunan BPJS Meramaikan Peringatan Hari Guru

Kegiatan juga diisi dengan pemberian penghargaan GTK tingkat provinsi kepada 12 pendidik Majene, apresiasi purna bakti, penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan, hingga tali asih kepada warga kurang mampu.

Hari Guru Jadi Panggung Politik yang Elegan

Meski berlangsung resmi dan penuh penghormatan terhadap guru, kehadiran Ketua Komisi III DPRD Jasman memperlihatkan bagaimana isu pendidikan semakin menjadi ruang politik yang penting di Majene. Bagi banyak pihak, ini adalah langkah politik yang elegan: hadir, menunjukkan dukungan, dan sekaligus mempertegas peran DPRD dalam menentukan wajah pendidikan Majene ke depan.(Ad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *