MAJENE – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Majene, Andi Asraf Tammalele, S.Sos., menginstruksikan pengawasan dan pengendalian ketat terhadap seluruh program revitalisasi satuan pendidikan tahun anggaran 2026. Langkah preventif ini diambil guna memastikan proyek berjalan sesuai prosedur sekaligus memutus rantai kendala teknis yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
Andi Asraf menegaskan bahwa dirinya bersama tim teknis akan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi faktual terhadap kondisi fisik fasilitas sekolah di seluruh wilayah Majene. Hal ini dilakukan untuk menentukan prioritas usulan agar program tepat sasaran.
”Kami pastikan hanya usulan yang memenuhi kualifikasi dan memiliki urgensi tinggi yang akan diajukan. Kami ingin setiap rupiah yang dikucurkan benar-benar berdampak pada kualitas sarana pendidikan,” ujar Andi Asraf, Selasa (12/5).
Intervensi Kualitas dan Seleksi Konsultan
Lebih lanjut, Andi Asraf menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan akan mengambil peran aktif dalam memberikan rekomendasi pemilihan konsultan. Pihaknya menekankan pentingnya bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki rekam jejak (track record) yang jelas dan bonafide.
“Kami tidak akan berkompromi dengan kualitas. Konsultan yang dipilih harus kompeten dan terpercaya. Intervensi ini dilakukan agar pengerjaan di lapangan memiliki standar kualifikasi yang memadai,” tegasnya.
Evaluasi Total Koordinasi Satuan Pendidikan
Kebijakan ketat ini merupakan respons atas evaluasi program revitalisasi tahun lalu. Berdasarkan catatan dinas, terdapat sejumlah satuan pendidikan yang berjalan tanpa koordinasi, bahkan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) secara sepihak tanpa melibatkan masukan dari Dinas Pendidikan.
Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi memicu ketidaksesuaian pelaksanaan dengan regulasi yang berlaku. Andi Asraf memperingatkan bahwa kelalaian administrasi maupun teknis tahun ini akan berdampak panjang hingga perencanaan tahun 2027.
”Salah satu tugas pokok saya adalah memastikan kontrol dan pengawasan di setiap tahapan, termasuk kerja sama pihak ketiga. Kesalahan koordinasi seperti tahun lalu tidak boleh terulang kembali,” imbuhnya.
Mengawal Program Prioritas Presiden
Mengingat revitalisasi fasilitas pendidikan merupakan program prioritas Pemerintah Pusat di bawah arahan langsung Presiden, Andi Asraf mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Ia berharap dengan manajemen yang lebih tertib, program revitalisasi ini dapat menjadi stimulus nyata bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Majene, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan representatif bagi siswa.(*)






