MAJENE – Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia (KAMRI) melanjutkan aksi unjuk rasa mereka ke Kantor Bupati Majene, Sulawesi Barat, setelah sebelumnya berorasi di RSUD Majene, Senin (20/10/2025).
Pantauan wartawan Terassulbar.id, puluhan aktivis KAMRI memblokade jalan poros Majene–Mamuju dan membakar ban bekas sebagai bentuk kekecewaan atas buruknya fasilitas dan pelayanan di RSUD Majene.
Setibanya di Kantor Bupati Majene, massa aksi diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Majene Ardiansyah, Dewan Pengawas RSUD Majene Kasman, dan Direktur RSUD Majene dr. Yupie Handayani. Pertemuan berlangsung terbuka dan berjalan kondusif.
Perwakilan KAMRI menegaskan bahwa aksi mereka dilakukan dengan cara yang beretika. “Kami datang untuk mencari solusi, bukan menciptakan kegaduhan. Kami ingin permasalahan di RSUD Majene segera diselesaikan,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.
Dalam audiensi tersebut, KAMRI menyoroti penyebab kelangkaan obat yang berdampak langsung pada pasien, serta meminta kejelasan bagi pasien yang terpaksa membeli obat di luar apotek RSUD. Mereka juga mendesak adanya evaluasi terhadap tenaga kesehatan agar memberikan pelayanan yang lebih ramah tanpa membeda-bedakan pasien pengguna BPJS, baik mandiri maupun bantuan pemerintah.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Majene dr. Yupie Handayani menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat sejak Juni 2025, sehingga sejumlah persoalan masih merupakan warisan dari kepemimpinan sebelumnya. “Sejak saya menjabat, kami mulai melakukan pembenahan data pasien dan survei terhadap mereka yang membeli obat di luar untuk proses penggantian biaya serta menjalin kerja sama dengan BPJS,” ujarnya.
Yupie mengungkapkan, saat ini RSUD Majene masih memiliki utang obat sekitar Rp11 miliar. Untuk mengatasi kelangkaan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan Apotek Farma guna memenuhi kebutuhan obat di rumah sakit. “Kami menunggu konfirmasi resmi dari apotek tersebut dalam dua hari ke depan,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan mahasiswa untuk turut memantau proses perbaikan pelayanan di RSUD. “Jika masih ada pasien yang belum mendapat penggantian biaya obat dari pihak rumah sakit, silakan datang langsung menemui saya,” tegas Yupie.
Laporan :Juita Mammis






