Sedimen Menumpuk, Debit Air Embung Mangge Menurun, Balai Wialyah Sulbar Diminta  Lakukan  Normalisasi

Majene, Terassulbar.id – Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Sulawesi Barat mulai berdampak pada menurunnya debit air di Embung Mangge, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terhadap potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah sekitar.

Salah seorang warga Lingkungan Rangas, Ahmad, yang merupakan pengguna air PDAM, mengungkapkan bahwa debit air di Embung Mangge semakin berkurang dari hari ke hari. Ia khawatir, jika kondisi ini terus berlanjut, warga yang bergantung pada pasokan air baku dari embung tersebut akan mengalami kekurangan air bersih.

“Air di embung semakin sedikit. Kalau tidak segera ditangani, kami bisa kekurangan air. Apalagi sedimen di dasar embung sudah sangat tebal karena tidak pernah dilakukan pengerukan,” ujarnya kepada Terassulbar.id, Senin (20/10/2025).

Ahmad mendesak pemerintah daerah, khususnya PDAM Majene untuk koordinasi dengan  Balai Wilayah Sungai Mamuju, untuk segera melakukan pengerukan sedimen di embung tersebut. Menurutnya, langkah itu penting agar kapasitas tampung air dapat kembali meningkat sebelum musim hujan tiba.

“Embung ini harus segera dikeruk supaya air bisa lebih banyak tertampung dan bisa mencukupi kebutuhan warga,” tegasnya.

Warga berharap pemerintah dapat bergerak cepat mengantisipasi dampak kekeringan agar pelayanan air bersih di wilayah Kecamatan Banggae tidak terganggu.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *