PolewaliMandar,terassulbar.id – Aktivis anti-korupsi Andi Irfan menyoroti keputusan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) yang mengalokasikan dana sebesar Rp1,6 miliar untuk pengadaan kendaraan dinas baru bagi Ketua dan Wakil Ketua DPRD. Menurutnya, langkah tersebut terkesan sebagai pemborosan, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang sulit serta adanya imbauan Presiden RI Prabowo Subianto agar pemerintah daerah melakukan penghematan anggaran.
“Di saat ekonomi masyarakat sedang terjepit, pembelian kendaraan dinas baru justru terkesan menghambur-hamburkan uang. Apalagi tahun lalu daerah ini mencatat defisit anggaran hingga Rp104 miliar,” ujar Andi, Kamis (12/9/2025).
Ia menilai, kendaraan dinas lama berupa Pajero dan Innova masih cukup layak dipakai, sehingga pengadaan baru tidak memiliki urgensi. “Dana sebesar Rp1,6 miliar akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk fasilitas umum seperti sekolah atau layanan kesehatan di wilayah terpencil,” tambahnya.
Andi juga menyinggung lemahnya perencanaan anggaran oleh Bupati Polman. Menurutnya, prinsip asas manfaat seharusnya menjadi pedoman utama agar setiap rupiah benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Secara regulasi, ia merujuk pada PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD. Keduanya menekankan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas dalam penggunaan anggaran, termasuk pengadaan kendaraan dinas yang wajib disesuaikan dengan kebutuhan mendesak dan kemampuan keuangan daerah.
Nasib Mobil Lama Dipertanyakan
Pertanyaan lain yang muncul adalah ke mana kendaraan dinas lama akan dialihkan. Andi menegaskan, Pajero dan Innova yang masih dalam kondisi baik seharusnya cukup digunakan kembali. “Kalau masih layak, mengapa harus menghabiskan miliaran rupiah untuk yang baru?” katanya.
Harapan Masyarakat
Sejumlah warga Polman juga menyampaikan kekecewaan mereka. Mereka menilai pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan, yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat luas.
“Ini bukan hanya soal mobil baru, tapi soal kepekaan pemerintah terhadap kebutuhan rakyatnya,” ungkap salah seorang warga.(*)






