Majene,terassulbar.id- Aktivis HmI Cabang Majene menilai bahwa kinerja DPDR Kabupaten Majene semakin memburuk mengingat kinerjanya Direktur RSUD Majene beserta dengan jajaranya dalam pelayanan kesehatan dan sangat menajadi sorotoan bagi masyarakat atas ketidaksediaan obat-obatan hingga Masyarakat harus membeli diluar (Ujar Angga Saputra Akivisi HmI Cabang Majene).
Tidak hanya sebagai lembaga legislator DPRD kabupaten Majene harus dengan serius untuk mengevaluasi Kinerja Direktur RSUD dan membangun lebih instea ruang diskusi Masalah pelayanan pablik kesehatan.
tidak hanya itu Angga Saputra sebagai aktivis HmI Cabang Majene juga mengsoroti Bupati Kabupaten Majene agar kiranya mengevaluasi Kinerja Direktur RSUD dan kalua bisa itu di Ganti Saja atau di copot kerena mengingat masalah kesehatan ini menjadi problem yang sudah cukup lama dan sampai detik ini belum ada titik terang dan solusi (Ujar Angga Saputra)
Melalui dengan Masalah di atas yang cukup serius maka dengan ini kami menyampaikan tuntutan sebagai berikut :
1. terapkan PMK NOMOR 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit
2. Terapkan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) sesuai dengan dengan prosedur dan transportasi BLUD.
3. Selamatkan RSUD Majene dari utang yang melilit.
melalu dengan tuntutan ini kami akan segara mungkin melakukan aksi unjuk rasa depan kantor Bupati dan kantor DPRD Majene untuk segara mungkin mencopot Direktur RSUD Kabupaten Majene.(*)






