MAJENE — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kali ini, keluhan datang dari para pengunjung dan keluarga pasien yang merasa terganggu dengan kondisi infrastruktur jalan di dalam area rumah sakit yang mengalami kerusakan parah dan berdebu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalanan di sekitar lingkungan rumah sakit tampak rusak dan belum tersentuh perbaikan dalam jangka waktu yang cukup lama. Akibatnya, setiap kali kendaraan melintas, debu beterbangan dengan bebas dan mengotori area sekitar, serta mengganggu kenyamanan pasien maupun pembesuk.
Salah seorang pengunjung rumah sakit, Hasan, mengungkapkan kekesalannya terhadap lambatnya penanganan masalah ini oleh pihak manajemen. Ia mempertanyakan transparansi dan alokasi dana retribusi yang selama ini rutin ditarik dari para pengunjung.
”Kami heran, Pak. Kenapa manajemen rumah sakit tidak memperbaiki jalanan dalam wilayah rumah sakit? Kemana uang parkir yang kita bayar setiap masuk ke rumah sakit?” ungkap Hasan dengan nada kecewa.
Soroti Aliran Pendapatan Retribusi Parkir
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, setiap kendaraan roda dua maupun roda empat milik pengunjung yang masuk ke area RSUD Majene diwajibkan membayar retribusi parkir sebesar Rp2.000 per kendaraan.
Jika dikalkulasikan secara potensi:
Volume Kendaraan Harian: Rata-rata berkisar antara 200 hingga 300 kendaraan per hari.
Pendapatan Bulanan: Diperkirakan mencapai angka Rp18 juta per bulan.
Pendapatan Tahunan: Potensi pemasukan dari sektor parkir ini dapat menembus angka Rp216 juta dalam kurun waktu satu tahun.
Dengan angka pendapatan yang cukup signifikan tersebut, para pengunjung mendesak agar pihak manajemen RSUD Majene segera mengambil tindakan nyata. Dana dari pungutan retribusi parkir dinilai sangat mencukupi jika dialokasikan untuk melakukan pengaspalan atau betonisasi jalan demi kenyamanan publik.
Masyarakat dan keluarga pasien berharap pihak rumah sakit dan instansi terkait segera merespons keluhan ini dengan melakukan perbaikan infrastruktur jalan dalam waktu dekat, sehingga lingkungan rumah sakit kembali bersih, sehat, dan nyaman bagi pemulihan pasien.(*)






