MAJENE, 6 MEI 2026 – Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) / Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Sulawesi Barat resmi menggelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (IN 1) di wilayah Kabupaten Majene. Langkah strategis ini diambil guna menyiapkan tenaga pendidik menyongsong pemberlakuan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD pada tahun ajaran 2027/2028 mendatang.
Hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Majene, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan, Mansur, S.Pd., M.M., memberikan arahan langsung kepada para peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa guru adalah ujung tombak dalam mengubah persepsi siswa terhadap bahasa asing.
”Peningkatan kemampuan guru bukan sekadar soal penguasaan materi, melainkan bagaimana menghadirkan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan relevan dengan karakteristik psikologis anak usia sekolah dasar,” ujar Mansur.
Fokus pada Standar Global (CEFR)
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Terdapat dua fokus utama dalam pelatihan ini:
- Kemahiran Berbahasa: Memastikan guru mencapai standar kemahiran bahasa Inggris internasional pada level Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) A1-A2.
- Penguatan Pedagogi: Membekali guru dengan metode pengajaran kreatif agar materi bahasa Inggris mudah diserap oleh siswa sekolah dasar.
Metode Pelatihan Interaktif
Pelatihan dirancang secara komprehensif dan fleksibel melalui skema blended learning. Para peserta akan melewati berbagai tahapan, mulai dari:
- Sesi pembelajaran mandiri.
- Tatap muka secara daring dan luring (Hybrid).
- Praktik mengajar langsung di kelas dengan bimbingan fasilitator ahli.
Dengan adanya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Majene berharap para guru tidak hanya memiliki kecakapan teknis, tetapi juga kepercayaan diri yang tinggi. Hal ini krusial untuk membekali generasi muda Majene dengan kompetensi global sejak dini agar mampu menjawab tantangan zaman di masa depan(*)






