
MAJENE,TERASSULBAR.ID-Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Kabupaten Majene, yang beranggotakan tenaga guru Honorer Sertifikasi Inpassing Madrasah Swasta dan Negeri di Kabupaten Majene, selenggarakan Khitanan massal gratis di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Malunda, Ulumanda dan Tubo, Minggu, 12 Januari 2025.
Pelaksanaan khitanan massal gratis itu merupakan agenda tahunan PGIN, sebagai bentuk rasa syukur dan pengabdian Masyarakat para guru honorer sertifikasi Inpassing di Kabupaten Majene, selain mengajar di Madrasah, dan kali ini menggandeng Organisasi KHITANAN LEM NUSANTARA Kabupaten Majene sebagai tenaga medis.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan anggota PGIN Kabupaten Majene, dengan 15 orang tenaga praktisi kesehatan dan peserta 35 orang peserta khitanan dari tiga kecamatan yang direncanakan.
Muhammad Amin, yang merupakan koordinator PGIN Majene, menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan Khitanan gratis tersebut merupakan agenda rutin organisasi PGIN Majene.
“Sumber dana Kegiatan ini murni dari kontribusi semua anggota PGIN Majene, yang merupakan Guru Honorer Swasta dan Negeri di Madrasah SE Kabupaten Majene. Dan ditambah teman teman guru P3K Kemenag yang masih punya perhatian terhadap PGIN.”, Ungkap Amin
“Semoga kegiatan ini bisa memberikan spirit dan motivasi bagi kita untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, sehingga mereka juga mendapatkan pelayanan yang terbaik khususnya dalam hal proses khitan anak anak.”, lanjutnya
“Kemudian kita berharap, Bagi teman PGIN dan Praktisi Khitan Lem Nusantra, semoga kegiatan ini bisa berjalan secara terus menerus dan menjadikan kegiatan ini lebih baik ke depan dari sekarang, dan semoga di tahun yang akan datang kita bisa kerja sama dengan teman2 PNS dan ASN P3K untuk menambah volume kuota anak – anak yang dikhitan.”, Harap kepala Madrasah Miftahul Jihad Tande itu.
Kegiatan serupa telah berlangsung selama masa kepengurusan PGIN saat ini, yaitu di kecamatan Banggae, Sendana dan Tammerodo. Meskipun kebanyakan anggotanya adalah para Guru Honorer Madrasah Swasta, tetapi tidak mengurangi semangat untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Semoga dengan kegiatan tersebut nasib para Guru Honorer Madrasah Swasta dapat diperhatikan oleh pemerintah, khususnya dalam hal pengangkatan sebagai aparatur sipil negara (ASN) PPPK.
“Semoga nasib Guru Honorer Madrasah Swasta juga bisa diakomodir oleh pemerintah untuk diangkat menjadi ASN ke depan.”, Tutup Muhammad Amin berharap. (*)





