DPRD Majene Jadwalkan RDP Terkait Proyek Tangki Septik Rp 7 Miliar yang Molor

MAJENE,TERASSULBAR.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Agenda ini terkait pembangunan Tangki Septik Individu yang menelan anggaran Rp 7 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024, namun pengerjaannya dinilai molor dan belum selesai 100% meski anggaran telah cair sepenuhnya di akhir 2024.

Selain membahas proyek Tangki Septik, DPRD juga akan melakukan evaluasi terhadap realisasi program dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini bertujuan memastikan pelaksanaan program sesuai perencanaan, terutama terkait penggunaan anggaran daerah.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Napirman, menegaskan bahwa DPRD akan mengawal permasalahan ini hingga tuntas. Ia juga menyebutkan bahwa evaluasi terhadap alur anggaran, termasuk pembayaran yang menyebrang tahun anggaran, akan menjadi agenda penting DPRD.

Proyek pembangunan Tangki Septik Individu yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) mendapat kritik tajam. Dari total 400 unit yang direncanakan tersebar di tujuh desa dan satu kelurahan.

Sebelumnya diberitakan, Pekerjaan Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) – Pembangunan Tangki Septik Individu Pedesaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene tahun Anggaran (TA) 2024 menuai sorotan publik.

Pasalnya, pembangunan Tangki Septik Individu atau MCK individu tersebut belum selesai 100 persen dikerjakan hingga hari ini, jumat 10 Januari 2025.

Padahal, anggaran pekerjaan yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) itu sudah dicairkan 100 persen dipenghujung tahun 2024 lalu.

Ironisnya, sejumlah pembangunan MCK Individu ini masih jauh dari kesempurnaan seperti petunjuk dalam gambar. Bahkan, progres pekerjaannya ada yang baru 50 persen diselesaikan.

Diketahui, Dinas PUPR Majene menggelontorkan anggaran sedikitnya Rp.7 Milyar TA. 2024 untuk membangun Tangki Septik Individu lebih dari 400 unit tersebar di 7 Desa dan 1 Kelurahan se Kabupaten Majene yang dikelola Oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) masing-masing.

Setiap KSM membangun Tangki Septik minimal 50 unit dengan anggaran Rp.15 juta per unit.

Salah satu warga Majene yang enggan disebut namanya mengatakan, seharusnya pekerjaan ini selesai selambat-lambatnya diakhir tahun 2024 sesuai tahun anggaran yang berjalan.

“Program ini kan menggunakan anggaran tahun 2024, seharusnya diselesaikan akhir Desember. Tapi nyatanya, sekarang pekerjaan itu molor sampai Januari 2025. Apa lagi, anggarannya sudah cair 100 persen,” ujar pemuda yang berinisial S itu.

Ia geram kepada para KSM yang diberi tanggungjawab mengerjakan pembangunan ini karena belum menyelesaikannya dengan sempurna.

“Para KSM seolah sengaja tidak menyelesaikannya pekerjaan ini. Mestinya tanggungjawab yang dipercayakan masyarakat dan pemerintah di emban dengan baik, tidak boleh seenak jidatnya,” katanya.

Masyarakat juga meminta agar APH turun langsung memantau pekerjaan tersebut serta menindak tegas KSM yang berlagak nakal.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *