Peringati Satu Dekade RJI, RJI Sulbar Dorong Penguatan Publikasi Ilmiah dan Perlindungan Paten HKI

MAJENE — Relawan Jurnal Indonesia Pengurus Daerah Sulawesi Barat (RJI Sulbar) menggelar Workshop Literasi Jurnal dan Webinar Drafting Paten Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Ruang Pertemuan STIKes Marendeng Majene, Sabtu (13/6/2026).

​Mengusung tema “Literasi Jurnal Kuat, Publikasi Bermutu, Karya Terlindungi”, momentum ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan 10 tahun kiprah RJI di tingkat nasional, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendongkrak mutu publikasi ilmiah sekaligus mengakselerasi perlindungan karya inovatif para akademisi di Sulawesi Barat.

​Dalam sambutannya, Ketua RJI Pengda Sulbar, Dr. Ir. Basri, S.Kom., M.T., M.I.Kom., IPM., memaparkan data pertumbuhan akreditasi jurnal di wilayah Sulawesi Barat yang mengalami tren positif secara signifikan sejak tahun 2023.

​Saat ini, peta sebaran jurnal ilmiah di Sulbar yang terafiliasi dengan RJI meliputi:

  • SINTA 2: 8 Jurnal
  • SINTA 3: 8 Jurnal
  • SINTA 4: 7 Jurnal
  • SINTA 5: 3 Jurnal
  • Belum Terakreditasi: 23 Jurnal

​Seluruh jurnal tersebut berada di bawah naungan ekosistem RJI Sulbar, yang mengonsolidasikan jejaring dari 20 perguruan tinggi, 1 yayasan, serta Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Barat.

​”Kami berharap melalui kegiatan ini, RJI dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam penguatan tata kelola media jurnal, termasuk memberikan pendampingan intensif agar jurnal-jurnal lokal mampu menembus indeksasi internasional,” tegas Basri.

​Agenda strategis ini dibuka langsung oleh Ketua Umum RJI Pusat, Dr. Arbain, S.Pd., M.Pd., yang juga hadir sebagai narasumber utama. Untuk membedah penguatan jurnal dan regulasi paten secara komprehensif, panitia juga menghadirkan Asesor Manajemen Arjuna, Nur Fadillah Nurcholis, serta perwakilan Kantor Wilayah Kemenkumham Sulbar, Juani, S.H.

​Apresiasi tinggi datang dari tuan rumah. Ketua STIKes Marendeng Majene, Raehan, S.ST., M.Keb., menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan oleh RJI Sulbar. Menurutnya, literasi terkait drafting paten dan pengelolaan jurnal ini akan membawa dampak multiplikasi (multiplier effect) bagi produktivitas dan perlindungan hak cipta para dosen.

​Guna memastikan materi tersampaikan secara luas, kegiatan ini dilaksanakan secara hibrida dan diikuti oleh 150 peserta—terdiri dari 50 peserta luring dan 100 peserta daring.

​Sebagai langkah konkret dan keberlanjutan (sustainability) dari program ini, RJI Sulbar berkomitmen untuk segera menginisiasi program pendampingan lanjutan (follow-up) yang menyasar langsung para pengelola jurnal serta peneliti di seluruh penjuru Sulawesi Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *