Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah 2026: Langkah Majene Lestarikan Warisan Budaya Lewat Pendidikan

MAJENE — Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) menggelar kegiatan Diseminasi Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) bagi guru Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Majene, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengajaran bahasa daerah di lingkungan satuan pendidikan.

​Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Turut hadir Kepala Disdikpora Majene Andi Asraf Tammalele, S.Sos., Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar H. Wahyuddin, S.Pd., M.Pd., serta jajaran pejabat struktural dan tenaga pendidik setempat.

​Dalam sambutannya, Bupati Andi Achmad Syukri menegaskan bahwa bahasa daerah adalah identitas dan kekayaan budaya yang tak ternilai harganya. Menurutnya, sekolah merupakan wadah paling strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibu sejak dini.

​”Revitalisasi bahasa daerah bukan sekadar menjaga kata-kata dan tata bahasa, tetapi menjaga jati diri kita sebagai masyarakat Majene. Kami ingin anak-anak tidak hanya pandai berbahasa nasional, tetapi juga bangga dan fasih menggunakan bahasa leluhur mereka,” ujar Bupati.

​Sementara itu, Kepala Disdikpora Majene Andi Asraf Tammalele menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman, panduan teknis, serta materi ajar yang relevan bagi para guru. Diseminasi ini juga bertujuan menyamakan persepsi agar pengajaran bahasa daerah dapat dikemas secara menarik tanpa meninggalkan nilai kearifan lokal.

​”Kami ingin memastikan setiap sekolah memiliki panduan yang jelas dan tenaga pendidik yang mumpuni. Harapannya, bahasa daerah tidak hanya menjadi mata pelajaran, tetapi juga hidup dalam komunikasi sehari-hari,” kata Andi Asraf.

​Senada dengan hal tersebut, Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar H. Wahyuddin memaparkan bahwa materi kegiatan mencakup pengembangan bahan ajar, metode pembelajaran kreatif, serta strategi integrasi bahasa daerah ke dalam berbagai mata pelajaran. Peserta juga dilibatkan dalam sesi diskusi interaktif guna mencari solusi atas tantangan pengajaran di lapangan.

​Melalui Diseminasi RBD 2026 ini, Pemkab Majene berharap pelestarian budaya dan kemajuan mutu pendidikan dapat berjalan beriringan demi menjaga kelestarian bahasa daerah di tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *