terassulbar.id, Mamasa — Bertempat di Kabupaten Mamasa, Kemah Ketahanan Pangan (KKP) kembali digelar oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat (15-17/10). Kegiatan yang melibatkan Pramuka golongan penegak ini merupakan kegiatan kali kedua di tahun ini. Sebelumnya kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Kabupaten Pasangkayu beberapa waktu lalu.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat, St. Suraidah Suhardi menyebut kegiatan ini merupakan wadah pendidikan strategis bagi Pramuka. Sebab selain menjadi program yang dirancang secara berjenjang dari tingkat kwartir nasional hingga daerah, hal ini sekaligus seiring dengan upaya Kwarda Sulbar dalam penguatan dan konsolidasi tingkat lanjut Pramuka ditingkat daerah dan cabang.

“Kegiatan ini merupakan upaya kita di daerah menerjemahkan isu strategis yang dicanangkan dilevel Kwartir Nasional dan kita kolaborasikan dilevel daerah melalui program kegiatan. Pada Kemah Ketahanan Pangan ini kita desain dengan konsep learning by doing. Artinya peserta didik akan hadir sebagai peserta aktif dan berpartisipasi secara langsung dalam rangkaian kegiatan prakteknya. Sehingga proses belajar tak hanya dikelas. Karena mereka langsung ada praktek di lapangan setelah kegiatan dikelas,” ujarnya.
Lebih lanjut perempuan yang disapa Kak Suraidah itu menuturkan bahwa sejak dilantiknya menjadi Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Barat, telah menyasar enam Kabupaten dalam mendorong penguatan Pramuka di Sulawesi Barat. Program tersebut diluar dari agenda yang digelar khusus untuk Tingkat Daerah seperti Apel Besar tahun 2026 yang digelar (9/10) kemarin.
“Akhir Tahun 2025 kemarin kita sasar dua Kabupaten yaitu Majene dan Mamuju. Kemudian tahun ini kita sasar empat kabupaten atau cabang lagi untuk sasaran kegiatan. Sifatnya variatif melihat kebutuhan masing-masing sasaran itu sendiri. Misalnya sebelum kegiatan hari ini kita laksanakan, sudah ada Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) menyasar Kabupaten Polewali Mandar, Majene, Mamuju dan Mamuju Tengah. Sementara untuk Kemah Ketahanan Pangan kita telah laksanakan Pasangkayu beberapa waktu lalu dan sekarang giliran Kabupaten Mamasa,” urainya.
Kemah Ketahanan Pangan ini menurutnya diharapkan dapat membentuk karakter Pramuka yang mandiri khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia seperti bahan makan. “Pangan itu merupakan hal dasar yang menjadi kebutuhan kita sebagai manusia. Sebanyak apapun kemapanan ekonomi kita dari sisi finansial, tetapi tidak memiliki kekuatan pangan, itu bisa jadi ancaman sosial,” urainya.
Misalnya, kata Dia saat terjadi bencana gempa bumi melanda Sulawesi Barat beberapa waktu lalu, bahan pangan menjadi hal yang sangat dibutuhkan. “Saat itu kita masih punya uang. Tetapi kita hampir berebut bahan makanan secara brutal karena kita tidak pernah menduga bahwa peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba sementara persediaan pangan kita tidak sepenuhnya siap untuk mengantisipasi hal hal darurat. Minimal untuk kebutuhan dirumah masing-masing. Kenapa itu bisa terjadi? Sebab sebelum kebutuhan yang lain terpenuhi, bahan pangan merupakan kebutuhan fundamental manusia untuk bertahan hidup. Dalam konteks hari ini ketahanan pangan kita tidak lagi hanya bicara karena ada ancaman gempa saja. Tetapi juga hal paling banyak dibincang dalam lintasan global adalah krisis iklim yang memengaruhi produksi pangan kita. Sehingga melalui program seperti ini kita mendorong paradigma berpikir dan skill dasar peserta didik kita khususnya di Pramuka bahwa ketahanan pangan itu mesti dibicarakan dan dipahami prosesnya secara komprehensif. Karena tidak lagi hanya bicara soal makanan yang aman saja. Tetapi turut didalamnya memahami ekosistem yang menyertainya. Misalnya betapa pentingnya aktifitas pertanian bahkan sampai bisa menjadi profesi untuk menopang ekosistem ketahanan pangan kita. Bahkan dengan upaya seperti ini kita berharap kedepan kita dapat sekaligus melihat ada lapisan generasi yang tidak lagi merasa gengsi bila memilih profesi sebagai petani. Sebab itu tadi telah memahami bahwa mereka sesungguhnya masuk ambil bagian dalam rangkaian ekosistem ketahanan bangsa yang akan memberi manfaat lebih besar bagi daya tahan hidup manusia,” pungkasnya.

*Apresiasi Kwarcab Mamasa*
Menanggapi kegiatan yang digelar Kwartir Daerah Gerakan Pramuka di Mamasa, Ketua Kwarcab Mamasa, Drs. H. Sudirman menyatakan apresiasinya. “Terima kasih kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka yang telah memilih Mamasa sebagai tempat kegiatannya hari ini. Sebab ini akan menjadi bekal positif bagi peserta didik di Mamasa apalagi berkaitan dengan ketahanan pangan yang selalu disebut sebagai ancaman masa depan pertahanan bangsa. Dimana ini akan menuntun peserta didik tak hanya memahami terkait pangan tapi juga tentang daya kemandiriannya dalam hal kebutuhan dasar sebagai manusia. Dan saya berharap kepada seluruh peserta bisa turut menularkan secara positif untuk teman temannya di sekolah yang tidak ikut serta dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut pria yang juga Wakil Bupati Mamasa ini mengungkapkan harapannya dimasa mendatang program kolaboratif kian dimassifkan. “Kita berharap kedepan program seperti ini juga semakin intens kita laksanakan bersama secara berjenjang. Yaitu antara Kwarda dan Kwarcab,” pungkasnya.(***)






