Sosialisasi Dana BOSP dan Aplikasi ARKAS 2026 Digelar di SDN 9 Sasende, Malunda

Majene, terassulbar.id — SD Negeri 9 Sasende, Kecamatan Malunda, menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan penginputan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) melalui Aplikasi ARKAS Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Majene, A. Asraf Tammalele, S.Sos.

Dalam sambutannya, Kadis Dikpora menyampaikan rasa syukur dapat hadir dan bersilaturahmi dengan para peserta sosialisasi. Ia juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk senantiasa berkomitmen menjaga transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan.

“Dana BOSP adalah instrumen penting untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan. Karena itu, penggunaannya harus tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan sekolah,” ujar Asraf Tammalele.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah komponen utama penggunaan Dana BOSP Reguler, antara lain:

  • Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
  • Pengembangan perpustakaan
  • Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
  • Pelaksanaan asesmen dan evaluasi pembelajaran
  • Administrasi kegiatan sekolah
  • Pengadaan buku dan sarana pendukung lainnya

Dalam kesempatan tersebut, Kadis Dikpora juga menyinggung upaya digitalisasi pendidikan, termasuk rencana pemanfaatan buku digital serta bantuan TV digital dari Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, yang diharapkan dapat terintegrasi dengan sistem pembelajaran berbasis teknologi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Imran Toriwawo Rahim, SE dari Bank Sulselbar, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Malunda Syarifuddin, S.Pd., M.Pd, serta narasumber Muhlis, S.Pd dan Muhammad Alim, S.Pd. Adapun sesi diskusi dimoderatori oleh M. Nasri, S.Pd.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah satu peserta, Nasaruddin, S.Ag dari SD Negeri 12 Petawan, menyampaikan keluhan terkait kondisi buku pelajaran di sejumlah sekolah yang dinilai masih kurang memadai. Menanggapi hal itu, Kadis Dikpora berjanji akan segera melakukan evaluasi dan menindaklanjuti masalah tersebut.

“Kami akan meninjau langsung kebutuhan buku di sekolah-sekolah agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal,” tegas Asraf.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman para kepala sekolah dan bendahara sekolah dalam mengelola dana pendidikan secara efektif, transparan, dan sesuai regulasi yang berlaku.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *