HMI Majene Gelar Aksi Besar di Kantor Kejaksaan Negeri untuk Tuntaskan Masalah Hukum

 


MAJENE, – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Majene menggelar aksi besar-besaran di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene pada Senin, 10 Februari 2025. Aksi ini dilaksanakan guna mendesak Kejari Majene untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang sedang menggantung di wilayah Kabupaten Majene.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum HMI Cabang Majene yang baru terpilih, Hendi, ini dihadiri oleh sekitar 50 kader terbaik HMI. Menurut Hendi, aksi tersebut merupakan bagian dari upaya memanaskan mesin perjuangan melawan alogarki dan menegakkan keadilan di Majene.

Dalam aksi tersebut, HMI Majene menyampaikan dua tuntutan utama, antara lain:

  1. Penangkapan terhadap seluruh pejabat kepala desa di Kabupaten Majene yang diduga terlibat dalam praktik-praktik penyalahgunaan kewenangan.
  2. Penyelesaian tuntas kasus pengadaan kapal tahun 2022 sesuai dengan janji yang telah disampaikan oleh Kejari Majene.

Tuntutan tersebut muncul menyusul ketidakjelasan penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kapal yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022. Hal ini menjadi perhatian publik, mengingat dalam konferensi pers akhir tahun 2024, Kejari Majene telah berjanji untuk menetapkan tersangka pada Januari 2025. Hingga Februari 2025, belum ada kejelasan mengenai langkah konkret yang diambil oleh pihak kejaksaan.

“Kami berharap Kejari Majene bertanggung jawab atas pernyataannya demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan. Jangan sampai penundaan ini menjadi preseden buruk dalam penanganan kasus di Kabupaten Majene,” ujar Hendi dalam keterangan kepada redaksi terassulbar.id.

Aksi ini diharapkan mampu memberikan tekanan kepada Kejari Majene agar segera menindaklanjuti permasalahan hukum yang ada dan memperbaiki citra lembaga penegak hukum di mata masyarakat.(Ad)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *