Majene — Pemerintah Kabupaten Majene terus memperkuat komitmennya dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia. Melalui instruksi resmi Bupati Majene, Dr.H. A. Achmad Syukri, S.E,M.M, jajaran eksekutif, mulai dari tingkat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bagian, camat, hingga lurah dan kepala desa, diinstruksikan untuk aktif menggerakkan dan menghadiri kegiatan Safari Subuh Jum’at secara rutin.(11/9/26).
Dr. H. A. Achmad Syukri, S.E., M.M. menyampaikan bahwa langkah strategis ini merupakan bagian integral dari upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, sekaligus menerjemahkan salah satu visi utama pembangunan Kabupaten Majene, yakni ” Maju, Mandiri Dan Berbudaya dalam Bingkai Religi”.
Berdasarkan surat resmi yang diterbitkan oleh Bupati Majene dengan nomor B.400.8/1358/VII/2026 tertanggal 13 Juli 2026, pelaksanaan kegiatan Safari Subuh Jum’at ini dirancang secara terstruktur dengan melibatkan partisipasi aktif lintas sektor instansi pemerintahan.
Dalam ketentuan penugasan tersebut, jajaran birokrasi diatur secara sistematis:
Pimpinan OPD diwajibkan hadir bersama Sekretaris, dua orang Kepala Bidang, serta dua orang staf di masing-masing instansi.
Kepala Bagian turut hadir didampingi Kasubag/Pejabat Fungsional beserta dua orang staf.
Camat Banggae dan Camat Banggae Timur hadir bersama Sekretaris Kecamatan, para Kasubag, Kepala Seksi, serta dua orang staf.
Lurah dan Kepala Desa beserta Sekretaris, Kepala Seksi, dan para Kepala Lingkungan di wilayah tempat pelaksanaan juga diwajibkan menyambut dan membersamai jamaah.
Pelaksanaan Safari Subuh Jum’at kali ini bertempat di Masjid Baitul Maslaha Garogo. Safari Subuh dijadwalkan secara berkala sebanyak dua kali dalam sebulan sepanjang tahun 2026, menyasar berbagai masjid di wilayah Kecamatan Banggae dan Banggae Timur secara bergiliran.
Penugasan ini juga menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Majene serta para muballigh/penceramah profesional untuk memberikan pencerahan rohani kepada masyarakat.
Melalui kegiatan keagamaan yang masif ini, Pemerintah Kabupaten Majene berharap hubungan emosional dan spiritual antara aparatur pemerintah dan masyarakat dapat semakin erat.
Kehadiran para pejabat di tengah-tengah jemaah subuh tidak hanya sekadar menjalankan agenda kedinasan, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi langsung untuk menyerap aspirasi sekaligus membangun kebersamaan dalam syiar Islam di Bumi Assamalewuang.






