MAJENE ,TERASSULBAR.id– Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene bergerak cepat memperkuat sinergi lintas instansi guna menekan angka anak putus sekolah. Langkah strategis ini diawali dengan koordinasi intensif antara jajaran Disdikpora dengan Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjenpas Sulawesi Barat dan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Majene.
Upaya kolaboratif ini dimulai dari pertemuan hangat di kediaman Kepala Disdikpora Majene, Andi Asraf Tammalele, S.Sos., pada Kamis malam (5/3/2026). Dalam pertemuan usai salat Tarawih tersebut, hadir Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulbar, Ronald Heru Praptama, Karutan Majene Cristy Josef Thenu, serta Kasubsi Pelayanan Tahanan Nasruddin.
Fokus pada Pendekatan Personal dan Lingkungan
Pembahasan berlanjut secara teknis di Kantor Disdikpora Majene dengan melibatkan pemangku kebijakan pendidikan, di antaranya:
- Nahira (Kabid Pendidikan Non-Formal)
- Fajriah (Kepala SKB Majene)
- Sarmin, S.Pd, MM (Kasi Kurikulum Bidang Dikdas)
Dalam diskusi tersebut, Ronald Heru Praptama menyoroti bahwa fenomena putus sekolah seringkali berakar dari kondisi keluarga dan lingkungan sosial yang kompleks. Hal ini didukung oleh data dari pihak Rutan Majene mengenai adanya anak-anak dalam kategori perhatian khusus yang membutuhkan akses pendidikan kembali.
Langkah Nyata: Pemetaan dan Posko Bersama
Kepala Disdikpora Majene, Andi Asraf Tammalele, menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa dilakukan secara parsial.
”Kita harus menyatukan langkah: mulai dari identifikasi kasus, pendampingan keluarga, hingga penyediaan layanan pendidikan yang sesuai, baik melalui jalur formal maupun non-formal,” tegas Andi Asraf.
Sebagai tindak lanjut nyata, tim gabungan telah menyepakati dua poin utama:
Pemetaan Menyeluruh: Melakukan validasi data anak putus sekolah di seluruh kecamatan dalam kurun waktu dua minggu ke depan.
Pembentukan Posko Pendampingan: Mendirikan posko bersama untuk memberikan bimbingan serta fasilitas pendukung bagi anak-anak terdampak agar mereka kembali ke bangku sekolah.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Majene melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.(*)








