MAJENE.TERASSULBAR.ID – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Sulawesi Barat, sejumlah nama mencuat untuk ikut berkontestasi dalam Pilgub Sulbar 2024.
Sebut saja dua bersaudara asal Kabupaten Polewali Mandar, yaitu Ali Baal Masdar atau paling akrab di sebut ABM dengan Andi Ibrahim Masdar (AIM).
ABM dipastikan maju kembali menjadi bakal calon Gubernur setelah satu periode sebelumnya telah ia selesaikan sebagai Gubernur Sulbar. ABM percaya diri dengan klaim hasil survey sebesar 45 persen, telah melakukan langkah-langkah politik dengan bersafari ke masyarakat di wilayah Polewali Mandar hingga Pasangkayu.
AIM adek kandung ABM yang juga mantan Bupati Polman dua periode ini juga sudah menyatakan sikap untuk melanjutkan karir politiknya ke level lebih tinggi.
Sosok AIM yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Polman dua periode, tentunya masih sangat hangat dalam ingatan masyarakat Polman.
Menurut Direktur Indeks Politika Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir (Rabu 24/4), pada kontekstasi Pilgub Sulbar, nama AIM adalah kuda hitam.
“Namun kita harus melihat di posisi mana, apakah maju sebagai calon gubernur atau wakil Gubernur. Dimanapun posisi AIM, pasti merugikan ABM karena bersaudara, sehingga keduanya akan memperebutkan suara dan basis yang sama,” ujarnya.
Menurut Suwadi, peluang ABM ditentukan oleh sang adik. “Apakah AIM membiarkan ABM bertarung untuk periode kedua atau ABM menyerahkan tongkat stapet ke AIM untuk jadi calon Gubernur Sulbar? Kalau kedua duanya maju, saya pikir akan merugikan kedua-duanya,” Jelasnya.
“Bila ABM dan AIM tetap maju, maka suara Klan Masdar akan terpecah. Sehingga, besar kemungkinan SDK akan mencalonkan diri sebagai calon gubernur Sulbar. Begitupun PHS (Prof Husain Syam), bisa mendapat peluang bila ABM dan AIM ngotot, dengan catatan PHS memilih calon Wakil yang tepat,” Tutup Suwadi. (*)






