STIKMAR Majene Lepas 19 Mahasiswa KKN Kebidanan, Fokus pada Dampak Nyata Kesehatan Masyarakat

MAJENE, TERASSULBAR .id— Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKMAR) Marendeng Majene secara resmi melepas 19 mahasiswa Program Studi Kebidanan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Daala Timu, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar. Prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat di Aula Kampus STIKMAR pada Jumat (17/04/2026) ini menegaskan komitmen institusi dalam pengabdian masyarakat berbasis kesehatan.

​Program pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai 18 April hingga 30 Mei 2026. Para mahasiswa diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan dalam pelayanan kesehatan primer di wilayah pedesaan.

Orientasi Kinerja: Kualitas di Atas Kuantitas

​Dalam laporannya, Ketua Program Studi Kebidanan, Nur Anita, SST., M.Kes., menyampaikan pesan fundamental mengenai parameter keberhasilan program KKN tahun ini. Ia menekankan bahwa substansi pengabdian terletak pada relevansi dan manfaat jangka panjang bagi warga setempat.

​”Selamat mengabdi kepada para mahasiswa. Perlu diingat bahwa indikator keberhasilan KKN tidak diukur dari kuantitas program yang dijalankan, melainkan dari sejauh mana kehadiran saudara memberikan dampak nyata dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Nur Anita.

Integritas Almamater dan Kolaborasi Multisektoral

​Senada dengan hal tersebut, Ketua STIKMAR Majene, Raehan, SST., M.Keb., dalam sambutannya menitikberatkan pada aspek etika profesi dan pentingnya sinergitas di lapangan. Ia mengingatkan bahwa mahasiswa adalah representasi institusi di mata publik.

​“Menjaga nama baik almamater adalah kewajiban mutlak. Implementasikan ilmu dengan rendah hati, serta utamakan prinsip kerja sama dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lokasi KKN,” tegas Raehan.

Penguatan Layanan Kesehatan Komunitas

​Kehadiran 19 mahasiswa kebidanan ini diproyeksikan untuk memperkuat sistem edukasi kesehatan di tingkat desa, khususnya pada sektor:

  • Kesehatan Ibu dan Anak (KIA): Pendampingan ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang balita.
  • Edukasi Preventif: Sosialisasi pola hidup sehat guna menekan angka morbiditas di pedesaan.
  • Pemberdayaan Kader: Kolaborasi bersama kader kesehatan setempat untuk keberlanjutan program.

​Pelepasan ini menandai langkah konkret STIKMAR Majene dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kompetensi lapangan yang mumpuni.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *