Majene,terassulbar.id – Polemik layanan kesehatan di RSUD Majene kembali mencuat. Kepala Bagian SDM, Umum, dan Komunikasi BPJS Kesehatan Cabang Polewali, Wisli Akturiani Biya, menegaskan pihaknya turun langsung ke lapangan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pasien JKN yang masih harus membeli obat di luar rumah sakit.
“Teman-teman kami sudah melakukan observasi di RSUD Majene, langsung ke apotek dan manajemen rumah sakit. Walaupun tidak bertemu direktur, kami tetap berkoordinasi dengan manajemen. Kalau harus menunggu direktur, persoalan ini akan semakin berlarut,” tegas Wisli.
Ia menambahkan, persoalan ini bukan baru sekali dibahas. Awal September lalu, pihaknya bahkan telah melaporkan kondisi serupa kepada Wakil Bupati Majene. Namun, sampai hari ini keluhan pasien tetap berulang.
Lebih lanjut, Wisli menyoroti janji layanan RSUD Majene yang tidak sejalan dengan fakta di lapangan. “Ada pernyataan bahwa pembayaran pasien JKN wajib diganti oleh RSUD Majene. Kenyataannya, janji layanan itu tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
BPJS menegaskan akan menunggu hasil pertemuan dengan pihak manajemen RSUD hari ini. Sementara itu, peserta JKN diimbau segera melapor ke petugas BPJS Satu di RSUD Majene jika terpaksa membeli obat di luar agar data pasien terdampak bisa dicatat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Majene belum memberikan klarifikasi resmi.(*)






