MAJENE — Program bantuan bedah rumah di Kabupaten Majene mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, material kayu yang disalurkan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diduga menggunakan jenis kayu berkualitas rendah yang rentan rapuh dan mudah diserang rayap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi, kayu bantuan yang dibagikan dinilai tidak layak untuk pembangunan hunian jangka panjang. Sejumlah warga penerima manfaat mengeluhkan bahwa kayu yang dikirimkan, meskipun berwarna merah, merupakan jenis kayu yang dihindari masyarakat setempat untuk pembangunan rumah pribadi.
Beberapa jenis kayu yang disinyalir disalurkan di antaranya adalah jenis kayu mangga (kaweni) serta kayu pangullang. Jenis-jenis kayu tersebut dikenal tidak memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca maupun hama kayu.
“Meskipun jenisnya kayu merah, itu jenis kayu yang gampang sekali rapuh dan dimakan rayap. Seperti kayu mangga atau kaweni dan kayu pangullang, yang tidak pernah dipakai warga kalau mau membangun rumah pribadi. Kenapa justru dipakai untuk program bedah rumah?” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi temuan ini, berbagai pihak mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh. Kejari diminta untuk memeriksa spesifikasi material kayu yang diterima oleh masyarakat agar sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan standar kelayakan teknis yang telah ditetapkan.
Selain pemeriksaan administrasi pengadaan, warga juga berharap pihak aparat penegak hukum dapat melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara langsung ke rumah-rumah warga penerima manfaat. Langkah ini dinilai penting untuk melihat kondisi riil di lapangan serta memastikan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat yang optimal dan tahan lama bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Majene.






