Potret Buruk Pelayanan SPBU Lembang Majene: Antrean Jerigen Lebih “Sakti” dari Kendaraan Warga

MAJENE, TERASSULBAR.id – Sebuah foto yang diambil warga di SPBU 74.914.57 Lembang, Majene, kembali memicu kemarahan publik. Foto tersebut memperlihatkan dengan jelas bagaimana tumpukan jerigen berukuran besar mendominasi area pengisian BBM, sementara puluhan kendaraan warga harus tertahan dalam antrean panjang di luar area pompa.

​Pemandangan Kontras di Jalur Pengisian
​Dalam gambar tersebut, terlihat sedikitnya 5 hingga 6 jerigen berukuran besar berjejer tepat di depan nozzle (pompa). Seorang petugas berseragam merah tampak sibuk melakukan pengisian ke dalam jerigen-jerigen tersebut.

​Mirisnya, pengisian ini dilakukan di tempat terbuka yang seharusnya menjadi akses utama bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Akibatnya, efisiensi waktu para pengendara yang hendak berangkat kerja atau beraktivitas menjadi terganggu karena nozzle “tersandera” oleh kepentingan pengisian jerigen dalam jumlah besar.
​Dugaan Pelanggaran Prioritas

​”Lihat saja fotonya, jerigen sudah seperti antrean kendaraan sendiri. Kami yang bawa motor dan mobil harus menunggu lama di belakang, sementara petugas seolah tidak peduli dengan penumpukan kendaraan yang terjadi,” keluh salah satu warga yang lama mengantri.

​Berdasarkan aturan Pertamina, pengisian BBM ke dalam jerigen memiliki regulasi yang ketat dan tidak boleh mengganggu prioritas pelayanan kendaraan umum dan pribadi, apalagi jika dilakukan di jam sibuk pagi hari.

​Masyarakat Menanti Ketegasan

​Foto ini menjadi bukti nyata bagi pihak manajemen Pertamina dan instansi terkait bahwa aturan di SPBU Lembang Majene seolah-olah “tumpul” terhadap oknum yang mengutamakan jerigen demi keuntungan tertentu.
​Masyarakat kini menuntut:

Investigasi mendalam terhadap pengelola SPBU 74.914.57 Majene.Sanksi skorsing atau pengurangan kuota BBM jika terbukti melanggar SOP pelayanan.
​Pengawasan ketat dari pihak aparat hukum agar tidak ada “main mata” antara petugas SPBU dan pengepul jerigen.

​Hingga saat ini, pemandangan jerigen yang “antre” mendahului kendaraan masih menjadi momok bagi warga Majene yang melintasi area Lembang setiap pagi.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *