Maraqdia Matoa Alu Resmi Dilantik, Ritual Soqko Perkuat Persatuan Adat Bocco Tallu Alu–Sendana–Taramanu

POLMAN, SULBAR — Prosesi pelantikan Maraqdia Matoa/Mappesokkoi Maraqdia Alu berlangsung dengan penuh khidmat dan sarat makna budaya di Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (2/2/2026). Kegiatan yang diwarnai rangkaian tradisi adat ini menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam pelestarian budaya dan penguatan silaturahmi lintas wilayah dalam bingkai kebersamaan rumpun adat Mandar.

Pelantikan resmi ditandai dengan pelaksanaan ritual adat pemasangan soqko yang dilakukan oleh para tokoh adat Bocco Tallu, sebuah tahapan sakral yang secara resmi mengukuhkan Timbang bin Hammadding Puangna Patima sebagai Maraqdia Matoa Alu. Ritual yang telah melewati masa uji sejarah ini memiliki makna mendalam dalam sistem pemerintahan adat Mandar, berfungsi sebagai legitimasi moral dan kultural atas kepemimpinan yang akan menjalankan amanah untuk kesejahteraan masyarakat.

Prosesi adat tersebut disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting dalam lingkungan adat Mandar, di antaranya Tokayyang Taramanu Andi Baso, serta perwakilan Maraqdia Sendana Drs. Abdulatip Dolla, MM., yang hadir didampingi oleh Andi Rasma Setiawati. Kehadiran para pemangku adat dari berbagai wilayah tidak hanya memperkuat makna acara, melainkan juga mempertegas kuatnya ikatan sejarah dan kebudayaan yang telah terjalin erat antara Alu, Sendana, dan Taramanu sejak lama.

Dalam momentum bersejarah yang sama, Nurlina juga resmi dikukuhkan sebagai Maraqdia Towaine Alu, melengkapi struktur kepemimpinan adat yang berlandaskan prinsip keseimbangan. Kedudukan ini diharapkan mampu menjaga harmoni nilai, peran, dan tanggung jawab dalam menggerakkan berbagai aspek kehidupan masyarakat adat sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Acara yang penuh nuansa budaya ini juga dihadiri oleh delegasi adat dari berbagai wilayah sepanjang wilayah penyebaran suku Mandar, termasuk perwakilan Puang Towaine Sendana dari Kabupaten Majene. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata persaudaraan dan solidaritas antarwilayah, yang menunjukkan bahwa rumpun adat Mandar tetap menjaga tali silaturahmi dalam kerangka kebhinekaan bangsa.

Setelah prosesi pelantikan resmi selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan Silaturahmi Adat Bocco Tallu Alu–Sendana–Taramanu. Tradisi turun-temurun ini berperan sebagai ruang musyawarah mufakat, rekonsiliasi, serta penguatan persatuan tiga pilar adat dalam menjaga keharmonisan sosial dan stabilitas masyarakat di tengah dinamika perkembangan zaman.

Para tokoh adat yang hadir menyampaikan harapan besar, bahwa melalui kepemimpinan Maraqdia Matoa Alu yang baru, nilai-nilai luhur budaya Mandar dapat terus dilestarikan secara konsisten, diwariskan kepada generasi muda melalui berbagai bentuk edukasi dan partisipasi aktif, serta berfungsi sebagai fondasi moral yang kokoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Ini bukan sekadar pelantikan jabatan adat semata, tetapi penegasan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga marwah adat, memperkuat silaturahmi lintas wilayah, dan memastikan bahwa budaya Mandar tetap hidup, berkembang, serta relevan dengan tuntutan masa depan,” ujar salah satu tokoh adat yang turut menghadiri acara.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *