MAJENE – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majene, H. Abdul Wahab, S.H., bersama Ketua Komisi II Napirman, serta anggota DPRD Sofyan (Komisi II) dan Muslim (Komisi I), menerima penyampaian aspirasi dari Pengurus Asosiasi Sandeq Mandar (ASM) di Gedung DPRD Kabupaten Majene, Kamis (2/7/2026).
Pertemuan tersebut digelar guna membahas dan mempertanyakan kejelasan pelaksanaan Lomba Sandeq Tahun 2026 yang merupakan event kebudayaan dan bahari tahunan kebanggaan masyarakat Mandar.
Untuk merespons aspirasi tersebut secara langsung, DPRD Majene turut menghadirkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan Asosiasi Sandeq Mandar menyampaikan kegelisahan para passandeq (pelaut perahu Sandeq) mengenai kepastian jadwal, kesiapan teknis, serta dukungan anggaran Pemkab Majene terhadap penyelenggaraan festival perahu tradisional tersebut tahun ini.
Wakil Ketua DPRD Majene, H. Abdul Wahab, S.H., menegaskan bahwa DPRD berkomitmen penuh mendukung kelestarian nilai sejarah dan budaya perahu Sandeq sebagai warisan leluhur yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Lomba Sandeq bukan sekadar agenda olahraga atau hiburan, melainkan pilar identitas kebudayaan dan potensi pariwisata daerah kita.
Oleh karena itu, kami memfasilitasi pertemuan ini agar ada titik terang dan kepastian dari pihak dinas terkait,” ujar H. Abdul Wahab.
Sementara itu, Ketua Komisi II Napirman meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene untuk memberikan penjelasan transparan mengenai langkah strategis dan formula anggaran yang disiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Melalui dialog interaktif ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Majene memaparkan progres perencanaan, kendala penyesuaian anggaran, serta kesiapan jajarannya.
Diharapkan dari pertemuan ini lahir kompromi dan solusi konkret antara pemerintah daerah, DPRD, dan para pelaku budaya agar Lomba Sandeq Tahun 2026 dapat tetap terlaksana dengan sukses dan meriah.






