Dinilai Tak Bermanfaat, Proyek Talud di Kelurahan Totoli Majene Dikeluhkan Warga

MAJENE — Pembangunan talud di Lingkungan Mangge, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, menuai kritik keras dari masyarakat setempat. Proyek yang direalisasikan oleh pihak kontraktor tersebut dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi warga.

​Pasalnya, talud tersebut dibangun melebihi tinggi efektif tanah yang seharusnya ditahan. Padahal, lokasi pembangunan tersebut hanya menahan tanah setinggi satu meter dari permukaan dan sejatinya tidak memiliki potensi longsor yang mengkhawatirkan.

​Kondisi ini memicu dugaan bahwa pihak kontraktor hanya mengejar keuntungan finansial sebesar-besarnya tanpa memperhitungkan efektivitas serta asas kemanfaatan dari pembangunan infrastruktur tersebut.

​Salah seorang warga Mangge mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan proyek tersebut yang terkesan dipaksakan dan mengabaikan kebutuhan skala prioritas masyarakat.

​”Kontraktor seperti hanya mencari keuntungan semata tanpa memikirkan faedah pembangunan talud ini bagi warga,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Minggu (18/10).

​Ia menambahkan, anggaran proyek tersebut seharusnya dialokasikan ke titik lokasi lain yang jauh lebih membutuhkan penanganan darurat. Salah satunya berada di wilayah RT 03 Lingkungan Mangge yang sangat rentan terhadap bencana tanah longsor.

​”Masih banyak titik kritis yang butuh perbaikan segera, misalnya di RT 03. Di sana sangat berbahaya jika hujan turun terus-menerus. Kalau tidak segera dibuatkan talud, jalanan bisa tergerus air dan terputus total sehingga tidak bisa dilalui kendaraan,” tambahnya dengan nada khawatir.

​Warga berharap pihak pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun ke lapangan untuk mengevaluasi proyek tersebut serta mendengarkan aspirasi masyarakat agar pembangunan infrastruktur di Majene benar-benar tepat sasaran.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *