Penyegelan SMPN 7 Satap Pamboang, Kadisdik Turun Tangan Mediasi

MAJENE – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene, A. Asraf Tammalele, S.Sos, bergerak cepat menanggapi aksi penyegelan SMP Negeri 7 Satap Pamboang, Banua, Desa Adolang. Pada Kamis (02/03/2026), pihak dinas menggelar mediasi intensif guna memecah kebuntuan antara pihak sekolah dan masyarakat setempat.

​Aksi penyegelan sekolah oleh warga dipicu oleh penolakan terhadap salah satu oknum guru di sekolah tersebut. Kondisi ini menyebabkan aktivitas belajar mengajar lumpuh total. Menanggapi situasi darurat ini, Kadisdikpora memanggil sejumlah pihak kunci, di antaranya:
​Guru yang bersangkutan

​Kepala Sekolah SMPN 7 Satap Pamboang
​Langkah Mediasi dan Solusi
​Pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan ini bertujuan untuk mencari jalan tengah. Dinas Pendidikan tengah mendalami alasan spesifik di balik penolakan keras masyarakat agar keputusan yang diambil nantinya bersifat adil dan tidak merugikan hak pendidikan siswa.

​”Tujuan utama kami adalah mengembalikan aktivitas pendidikan ke kondisi normal secepat mungkin. Aspirasi masyarakat kami dengar, namun keberlangsungan belajar siswa adalah prioritas utama,” ujar pihak Dinas Pendidikan dalam pertemuan tersebut.

​Hingga saat ini, proses koordinasi antara Disdikpora, pengelola sekolah, dan tokoh masyarakat masih terus berlanjut. Hasil akhir serta poin-poin kesepakatan mediasi dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu dekat setelah seluruh data dan fakta di lapangan terverifikasi sepenuhnya.

​Diharapkan dengan adanya mediasi ini, segel sekolah dapat segera dibuka sehingga para siswa dapat kembali mengenyam pendidikan tanpa hambatan sosiologis di lingkungan sekolah.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *