Majene,terassulbar.id – Buruknya pelayanan BPJS Kesehatan kembali menuai sorotan. Senin (22/9/2025), Ketua Bidang PU HMI Badko Sulawesi Barat, Syamsul, mendampingi seorang pasien berobat di Puskesmas Pamboang. Ia mendapati fakta bahwa kinerja BPJS Kesehatan Majene dinilai sangat mengecewakan.
Menurutnya, pasien telah mendaftar sejak malam hari dengan harapan memperoleh pelayanan lebih cepat di pagi hari. Namun, kenyataannya pasien baru mendapat giliran terakhir sekitar pukul 13.00 WITA.
“Masalah muncul karena status BPJS tiba-tiba dinyatakan tidak aktif, padahal aparat desa sebagai peserta rutin membayar iuran. Anehnya, BPJS saya pribadi tercatat aktif, sementara anggota keluarga lainnya justru tidak,” ungkap Syamsul.
Ia menilai, kondisi ini semakin ironis karena pasien yang didampingi sudah lima hari dalam kondisi sakit namun tetap dipaksa menunggu berjam-jam hanya karena kelalaian sistem administrasi BPJS.
“Lebih miris lagi, kasus serupa juga dialami masyarakat lain. Banyak warga tertunda mendapatkan pelayanan, bahkan ada yang batal berobat lantaran status BPJS bermasalah,” tambahnya.
Syamsul menegaskan, kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang wajib dijamin negara, bukan dipersulit oleh sistem yang amburadul. Ia pun mendesak BPJS Kesehatan Majene agar segera melakukan perbaikan pelayanan.
“Kinerja BPJS harus dijalankan dengan kesungguhan, bukan setengah hati apalagi tebang pilih. Kami di HMI Badko Sulbar akan segera berkoordinasi dengan Bidang Kesehatan untuk mengawal kasus ini. Sebab ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut kepentingan umat,” tegasnya.(*)







apakah pasien kondisinya tdk baik? kalau tdk baik harusnya ke UGD bukan berobat ke poli krn di poli sistemnya antri
mana yang di maksud bos ku tabe