Aktivis Anti Korupsi Geruduk  Kejati Sulbar Soroti Dugaan Korupsi di Polman, Majene  dan Mamasa

Majene, terassulbar.id — Puluhan aktivis Anti Korupsi Sulawesi Barat menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat, Kamis (19/9). Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WITA itu menyoroti lambannya penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi di wilayah Sulbar.

Koordinator aksi, Andi Irfan, menegaskan bahwa hingga kini banyak laporan dugaan korupsi yang belum dituntaskan, khususnya di Kabupaten Polewali Mandar dan Mamasa dalam kurun waktu 2023–2024. “Kasus-kasus ini sudah lama berjalan, tapi hingga sekarang belum ada kepastian hukum dari Kejati Sulbar,” ujarnya.

Dalam orasinya, massa aksi membacakan 10 tuntutan, di antaranya:

  1. Mendesak Kejati Sulbar memeriksa Kepala Badan Keuangan Polewali Mandar terkait dugaan korupsi pengelolaan anggaran 2023–2024.
  2. Mendesak pemeriksaan terhadap Kepala Badan Keuangan Kabupaten Mamasa atas pengelolaan anggaran 2022–2024.
  3. Mengusut dugaan korupsi pemotongan anggaran 50% BTT Kabupaten Mamasa tahun 2022–2024, serta dugaan penyalahgunaan dana PEN Rp91 miliar yang menyebabkan defisit anggaran lebih dari Rp200 miliar.
  4. Memeriksa Kepala Dinas PU Kabupaten Mamasa terkait dugaan korupsi anggaran Rp62 miliar hasil temuan BPK tahun 2023.
  5. Menindaklanjuti pengelolaan anggaran Dinas PU Mamasa tahun 2024 yang dinilai penuh masalah.
  6. Mengusut pembangunan Gedung Perpustakaan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Mamasa yang diduga sarat temuan BPK.
  7. Mengusut dugaan korupsi pembebasan lahan Pasar Mamasa dengan melibatkan semua pihak, termasuk pejabat keuangan daerah.
  8. Mendesak pembatalan MOU antara Pemda Mamasa dan Kejari terkait temuan BPK Rp87 miliar, karena pengembalian kerugian negara tidak menghapus tindak pidana korupsi.
  9. Mengusut dugaan korupsi pengadaan kolam di Dinas Perikanan Kabupaten Mamasa.
  10. Mendesak Kejati Sulbar berkomitmen dalam pemberantasan korupsi di Sulbar.

Aksi tersebut berjalan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Para demonstran menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga seluruh kasus dugaan korupsi di Sulbar dituntaskan.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *