Miris, Janda Lima Anak di Limbua Majene Hanya Bisa Bermimpi Dapat Bantuan Bedah Rumah

MAJENE, Terassulbar.id – Rosdiana, warga Dusun Limbua, Desa Somba, Kecamatan Sendana, kini hanya bisa menyimpan harapannya rapat-rapat. Impian memiliki hunian layak melalui program bedah rumah dari pemerintah tampaknya masih jauh dari kenyataan.

​Alih-alih mendapatkan bantuan stimulan yang dijanjikan, ibu dari lima anak ini justru terjebak dalam pusaran janji yang tak kunjung terealisasi. Gubuk mungilnya yang berukuran 3 \times 4 meter kini berdiri ringkih di tengah desiran ombak pantai Desa Limbua. Dindingnya yang mulai rapuh dimakan usia seolah menjadi saksi bisu penantian panjangnya.

​”Sudah lama dan berulang kali kami didata. Setiap ada petugas yang datang, kami sangat berharap. Tapi kenyataannya, bantuan itu tidak pernah sampai, padahal kami sangat membutuhkan hunian yang layak,” keluh Rosdiana yang sudah lama menjanda ini.

Persoalan Data dan Desil Kemiskinan

​Kondisi ini bukan sekadar isapan jempol. Kepala Dusun Limbua, Irhan, membenarkan bahwa banyak warganya yang nasibnya serupa dengan Rosdiana. Menurut Irhan, meski pendataan sering dilakukan, realisasi bantuan seringkali terhambat atau tidak tepat sasaran.

Data Kondisi Sosial di Dusun Limbua:

  • Target Bantuan: Terdapat belasan rumah di Dusun Limbua yang masuk kategori tidak layak huni (RTLH).
  • Profil Penerima: Mayoritas kepala keluarga adalah janda dengan penghasilan tidak tetap.
  • Tingkat Kesejahteraan: Berada pada klasifikasi Desil 1 hingga Desil 5 (kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah hingga menengah bawah).

​”Masih sangat banyak warga kami yang patut mendapatkan bantuan bedah rumah. Rata-rata mereka adalah janda dengan penghasilan minim. Kami sudah melakukan berbagai upaya agar bantuan stimulan ini bisa turun, namun hingga kini hasilnya nihil,” tegas Irhan.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *